Friday, 7 May 2021
Bab 12 Menentukan Strategi Produk - ppt download
Tuesday, 10 November 2020
IDI Untuk INDONESIA
Memasuki bulan Oktober, biasanya di sekretariat PB IDI dan semua sekretariat IDI wilayah akan sibuk mempersiapkan HUT IDI yang jatuh pada tanggal 24 Oktober. Biasanya acara ini akan diselenggarakan bersama karena akan selalu bersamaan dengan pelaksanaan rapat kerja nasional yang dipusatkan di salah satu daerah.
Tahun ini pelaksanaan HUT IDI dan Rapat Kerja Nasional PB IDI terencana akan diadakan di Kendari Sulawesi Tenggara. Persiapan dari panitia pelaksana dalam hal ini IDI Wilayah Sultra juga sudah mulai berjalan. Apa daya pandemi tidak kunjung berakhir dan akhirnya diputuskan bahwa pelaksanaan HUT IDI dan Rapat Kerja akan diselenggarakan secara virtual dan berpusat di Jakarta .
Tema HUT tahun ini adalah "IDI untuk Indonesia". Perayaan HUT IDI adalah juga puncak dari rangkaian kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia yang dilaksanakan sejak bulan Mei, yakni di Hari Bakti Dokter Indonesia pada setiap tanggal 20 Mei. Untuk diketahui, dokter-dokter di Indonesia mempunyai dua tanggal keramat , yakni tanggal 20 Mei (Hari Bakti Dokter Indonesia) dan tanggal 24 Oktober (Hari Ulang Tahun IDI) sebagai satu-satunya Organisasi Profesi Dokter di Indonesia.
Tema "IDI untuk Indonesia" ditetapkan dengan semangat bahwa IDI dan para dokter yang menjadi anggotanya adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia, dan akan selalu berjuang untuk Indonesia. Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir adalah medan pertempuran kita semua. Semua komponen bangsa bahu-membahu dalam upaya penanganan, pemutusan rantai penularan, dan usaha menemukan terapi kesehatan yang paling tepat agar para pasien dapat disembuhkan. Kami para dokter adalah benteng pertahanan terakhir bangsa Indonesia dalam pertempuran ini, dan merasa sangat terhormat dapat berjuang bersama seluruh masyarakat dalam pertempuran panjang melawan Covid-19.
Kita tentu tak menutup mata atas berbagai permasalahan yang terjadi; protokol kesehatan yang belum sempurna dipatuhi, perlindungan atas tenaga kesehatan juga masih ada celah di sana sini, hingga kebijakan-kebijakan yang menurut kami tidak tepat; tentang keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan No. 24, dan juga Omnibus Law yang pasti berpengaruh pada dunia kesehatan.
Ya, kita semua berjuang di tengah berbagai masalah yang saling sengkarut. Tapi sekali lagi; kami sangat mencintai Indonesia. Berbagai masalah ini tak akan menyurutkan semangat kami dalam perjuangan. Beragam luka ini tak akan mematahkan cinta yang sangat besar yang kami miliki untuk Indonesia. Sejarah panjang perjuangan bangsa selalu dipenuhi oleh kasih sayang tak berbatas dari para dokter-dokter pejuang.
Selalu, dan tak akan pernah berubah; IDI Untuk Indonesia.
DIRGAHAYU IDI 24 Oktober 2020
#ikatandokterindonesia
#24oktober
#doclife
#profesionallife #
Thursday, 14 May 2020
7th Anniversary our wedding
Relawan Covid 19
Sunday, 12 April 2020
Relawan Covid 19 (2)
Juga, beri istirahat pada jiwa kita sendiri, agar bisa sejenak berduaan dengan Tuhan-Nya.
Friday, 27 March 2020
Relawan Kesehatan Covid-19
Sunday, 8 December 2019
ISOE 2
Sunday, 1 December 2019
Pengenalan Ruang Kerja kepada Anak
29 November 2019
WOMEN IN LEARDSHIP
Sunday, 6 October 2019
Doa bersama Untuk Dr Soeko (Korban kerusuhan Wamena)
perbaikan sistem kesehatan yang adil dan merata diseluruh tanah Indonesia.
Jakarta, 5 Oktober 2019
Dr Rosita Rivai - PP PDUI
@ochierivai - instagram
FB : Rosita Rivai
Wednesday, 4 September 2019
Dokter Umum sebagai Garda terdepan dalam memberikan Layanan Emergensi
Jakarta, 31 Agustus 2019, bertempat di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Jl. H. R. Rasuna Said Kav. C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan,Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Bersama Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dan Clinical Mentoring dengan Tema “PERAN GELS DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KEGAWATDARURATAN MEDIS”.
Diikuti 350 peserta Dokter Umum dengan tujuan meningkatkan pengetahuan para sejawat dokter dalam melakukan penanganan kasus kegawatdaruratan baik untuk layanan di Pra RS maupun didalam RS.
Seminar dan Clinical Mentorinf ini didasari bahwa keadaan gawat darurat dapat terjadi pada setiap orang dan pada saat yang tak terduga dimana saja. Pelayanan kegawatdaruratan meliputi pelayanan kegawatdaruratan pada bencana dan pelayanan kegawatdaruratan sehari-hari. Keadaan gawat darurat yang terjadi dapat mengakibatkan seseorang atau sekelompok orang memerlukan tindakan yang cepat, tepat dan akurat. Pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat akan sangat menentukan keadaan korban pada tahap selanjutnya. Dalam keadaan sehari-hari sangat mungkin kita menemukan kasus gawat darurat baik akibat kecelakaan, keadaan stroke atau mungkin pendarahan dan renjatan. Tindakan awal sangat menentukan kelangsungan hidup dan atau kecacatan yang mungkin terjadi setelah kejadian.
Aturan terkait pertolongan keadaan gawat darurat telah diatur dalam pasal 51 UU No. 29/2004, Tentang Praktik Kedokteran, seorang dokter wajib melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2018, Tentang Pelayanan Kegawatdaruratan terkait kriteria kegawatdaruratan dan pelayanan kegawatdaruratan. Pada Pasal 11, Permenkes tersebut, disebutkan sumber daya manusia dalam pertolongan kegawatdaruratan meliputi Dokter, Dokter Gigi, perawat dan/atau tenaga kesehatan lain serta tenaga non-kesehatan. Penanganan kegawatdaruratan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan hal ini sebagaimana diatur dalam dalam pasal 50 UU No.23/1992 tentang Kesehatan yang merumuskan bahwa “tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan”. Kewenangan menyangkut pelayanan gawat darurat pada fase di rumah sakit, dimana pada dasarnya setiap dokter memiliki kewenangan untuk melakukan berbagai tindakan medik termasuk tindakan spesifik dalam keadaan gawat darurat. Dalam hal pertolongan tersebut dilakukan oleh tenaga kesehatan maka yang bersangkutan harus menerapkan standar profesi sesuai dengan situasi gawat darurat saat itu.
Terkait hal ini, perlu peningkatan kemampuan penanganan tindakan gawat darurat terhadap tenaga medis. Untuk itu seminar sehari terkait GELS (General Emergency Life Support), diharapkan akan memberikan penyegaran kepada profesional medis khususnya dokter umum yang mempunyai tanggung jawab terhadap layanan kegawatdaruratan.
Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PB IDI Dr Daeng Moh Faqih SH.MH menyatakan “PB IDI akan mensupport kegiatan-kegiatan seperti ini dalam bentuk kebijakan agar pelayanan kegawatdaruratan di Indonesia menjadi lebih baik dan maju dengan melibatkan semua Perhimpunan yang terkait Emergensi terutama untuk PDUI dan PDEI. Hal ini juga perlu dikomunikasikan dengan Konsil Kedokteran sehingga paket Modul Emergensi harus mengacu pada GELS yang menjadi kompetensi dasar pada dokter umum”
Prof DR DR Idrus Paturusi Sp.OT(K) pada salah satu Keynote Speech sebagai Ketua Dewan Pembina KREKI “Pembentukan SAFE COMMUNITY yang sudah dideklarasikan di Makassar pada tahun 2000 harus dilanjutkan, dimana kita ingin bahwa dimanapun dan kapan kita akan selalu merasa aman dari hal-hal yang terkait kegawatdaruratan dan melibatkan semua unsur masyarakat dari unsur terkecil sampai ke urusan pelayanan yang dapat diberikan oleh Negara”
Pada acara pembukaan dilakukan juga lauching aplikasi KREKI dengan tujuan untuk memberikan layanan kegawatdaruratan kepada masyarakat secepat layanan Online yang saat ini ada dan juga merupakan tempat berkumpul para relawan kesehatan untuk dapat terlibat langsung dalam memberikan layanan dan juga membangun konektivitas dengan jaringan fasilitas kesehatan yang ada.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan membahas 6 Topik :
- Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Kardiovaskuler oleh Dr Hadiki Habib, Sp.PD
- Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Serebrovaskuler oleh Dr Mursyid Bustamii, Sp.S(K), KIC, MARS
- Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Muskuloskeletal oleh Dr Muhammad Sakti Sp.OT
- Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Akut Abdomen oleh Dr Adianto, Sp.B-KBD
- Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Kehamilan & Post-partum Dr Ulul Albab, Sp.OG
- Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Anak oleh Dr Antonius H Pudjiadi, Sp.A (K)
- Dilanjutkan dengan kegiatan Clinical Mentoring untuk membahas Pelaksanaan “Code Blue” di RS dengan Fasilitator Dr Wisnu Pramudhito, Sp.B dan Clinial Mentoring “Airway Management”yang dibawakan oleh Dr Arum Ernanti M, Sp.An.
- Kegiatan berakhir pada pukul 17.30 dan semua peserta mendapatkan sertifikat dengan nilai 10 SKP dan harapan beberapa peserta bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini harus sering dilakukan terutama Materi Kegawatdaruratan yang sebenarnya adalah Performa Dokter Umum sebagai pemberi layanan terdepan di Masyarakat.
Wednesday, 14 August 2019
BEDAH BUKU 'MERAWAT BANGSA"
Ataukah saat ini dokter indonesia hanya sebatas subordinat dalam kancah kesehatan global sebagaimana di masa kolonial ?
Pertanyaan - pertanyaan seperti ini muncul ketika dihadapkan dengan tilikan retrospektif pergerakan para Dokter indonesia.
Tak sedikit dari deretan nama pahlawan nasional yang lahir dari rahim pendidikan dokter profesional. Mereka adalah insan kesehatan yang mewarnai perjuangan bidang pendidikan kesehatan, kedokteran hingga politik.
Sebagai penyegaran historik bagi kaum intelektual sekaligus sebagai upaya diseminasi wawasan serta meningkatkan semangat kebangsaan khususnya bagi insan kesehatan, PB IDI melakukan Bedah Buku bersama Penulisnya langsung Prof. Hans Pols dan beberapa Narasumber :
1. Prof. Dr. Syamsuhidayat,Sp.B
2. Dr. Doddy P Partomihardjo,Sp,M dan
3. DR. Rusdhy Hoesein, M.Hum
Perwakilan Dekan Fakultas Kedokteran di Jabodetabek, Perwakilan AIPKI, FIAKSI, ISMKI, PKFI, ASKLIN dan Perwakilan ADINKES

















