Wednesday, 3 October 2012

Program Grand Aides Kader Kesehatan BTPN - PDUI



Implementasi Program Grand Aides Kader Kesehatan BTPN – PDUI memasuki bulan kedua,  Juli – Agustus 2012.  Pilot Project yang dilaksanakan di 7 area  Bekasi, Bogor, Depok, Cianjur, Sukabumi, Serang dan Pandeglang mendapat kunjugan dari Grand Aides Foudation USA, Donna Green dan Arthur Garson, Jr., MD, MPH

Hari pertama kunjungan tanggal 26 September 2012 dilakukan di BTPN cabang Bekasi, dimana lokasi pertama di BTPN Purnabakti, kemudian di BTPN MUR dan berakhir di BTPN cabamg TUR. Pada hari pertama ini selain melihat kegiatan yang dilakukan para kader GA, Donna dan Tim juga berdiskusi dengan dokter yang bertugas di Klinik BTPN dan Kepala Cabang  untuk mengetahui kendala yanng terjadi selama program ini berjalan. 

Hari kedua tanggal 27 September  dilakukan di BTPN Purnabakti Bogor, dimana Tim dan Donna juga melihat kegiatan yang dilakukan oleh para kader GA BTPN Bogor. Sesi hari ini diakhiri dengan pertemuan dan evaluasi dari seluruh tim yang terlibat di program  baik itu dari BTPN, PDUI, Tim Psikolog UI, Master training dan para Supervisor.


Tim dan Donna sangat terkesan dengan program Grand Aides – Kader Kesehatan BTPN PDUI yang dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan walaupun masih terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki kedepannya.  Tim dan Donna akan kembali berkunjung pada akhir program untuk melihat tingkat keberhasilan dan rekomendasi dari program ini.

Tuesday, 25 September 2012

10 Tempat yang paling banyak kuman




Penyebab penyakit bisa ada di mana saja, bahkan ketika orang sedang bekerja. Dan produktivitas kerja akan semakin berkurang ketika seseorang mengidap flu atau batuk. Pencegahan terhadap penyakit-penyakit sebetulnya tidak sulit . Satu hal yang sangat penting dilakukan adalah mencuci tangan pakai sabun setelah menyentuh benda-benda atau tempat-tempat dibawah ini:
1. Telepon selular
Berdasarkan penelitian dari rumah sakit Northen Irelan, hampir semua telepon selular dan telepon meja mengandung bakteri yang berkembang dan 15 % dari telepon tersebut mengandung bacteria yang bisa mengakibatkan infeksi. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa 16 % dari tombol telepon genggam mengandung bakteri juga. Usahakan selalu mencuci tangan pakai sabun sesudah mengirimkan pesan atau menekan tombol telepon.
2. Pom Bensin
Riset membuktikan bahwa 71% pegangan pom bensin mengandung bacteria yang bisa menyebabkan penyakin. Menurut penelitian yang dilakukan oleh dr. Gerba dari universitas Arizona menyatakan bahwa sangat tidak disarankan untuk menyentuh pegangan pom bensin dikarenakan adanya bakteri mematikan tersebut. Disarankan untuk selalu menggunakan sarung tangan dan menggunakannya sebelum menyentuh pegangan pompa bensin.
 3. Menu Restoran
Berpikirlah dua kali jika hendak pergi ke restoran atau tempat makan terkenal, karena bisa jadi sudah beratus-ratus orang yang sudah menyentuh menu tersebut. Solusinya cukup sederhana, yaitu meletakkan menu tersebut diatas piring atau alas meja, dan cucilah tangan setelah memesan menu di restoran tersebut.
4. Buah Lemon dan  Penyangga Lemon
Para peneliti mencoba memesan 21 minuman dari berbagai restoran yang berbeda. Dari hasil penelitian tersebut, mereka menuliskan dalam jurnal kesehatan bahwa terdapat 25 mikroorganisme yang beraneka ragam yang ada dalam lemon dan penyangga lemon, termasuk bakteri penyebab tbc , yaitu E. Coli.
5. Tempat Bumbu
Seperti halnya menu restoran, botol kecap dan pengaduk garam tidak akan pernah bersih dan terus berpindah tangan dari satu tangan ke ratusan tangan yang lain. Menurut banyak pusat kesehatan dan peneliti Dr. Kelly Raynold, banyak orang tidak mencuci tangan sebelum makan. Dia juga menyatakan bahwa serbet juga tidak akan banyak menolong karena terlalu banyak mikroorganisme yang ada di dalamnya. Mencuci tangan atau menggunakan pencuci tangan instan merupakan solusi terbaik.
6. Pegangan Pintu Kamar Mandi
Mencuci tangan sebelum makan tidaklah cukup, masih ada hal lain yang perlu dilakukan yaitu menghindari pintu kamar mandi. Penelitian pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 82% dari orang yang mencuci tangan, akan tetapi hanya 18% yang menghindari pegangan pintu toilet. Gunakan kaki untuk menyiram toilet dan setelahnya mencuci tangan dengan sabun, gunakan kertas tisu untuk membuka pintu. Hal ini sangat berguna untuk mencegah kontaminasi kuman.
7. Kereta belanja
Penelitian terbaru dari Virology fakultas kedokteran menyatakan bahwa demam dan flu bisa bertahan selama 18 jam di tangan. Ditambah lagi dengan keranjang belanja yang digunakan banyak orang sangat berpotensi mengandung bakteri. Nyatanya, banyak orang menderita sakit untuk itu, beberapa supermarket menyediakan antiseptic di depan toko mereka. Pakailah antiseptic sebelum dan sesudahnya.
 8. Pesawat
Menghabiskan beberapa jam dengan banyak orang dalam satu tempat seperti pesawat sangat berpotensi untuk menularkan flu. Studi kasus yang dilakukan oleh Universitas Florida menunjukkan terdapat banyak bakteri E. Coli dalam pemukaan pesawat, termasuk kursi dan pegangan pintu kamar mandi. Mungkin banyak dari kita akan tertawa melihat ada orang yang memakai masker, akan tetapi hal tersebut sangatlah berguna untuk pencegahan flu. Jika tidak memungkinkan untuk memakai masker, usahakan untuk membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih tinggi dengan makanan yang bergizi. Setelah berlibur usahakan untuk memakan buah beri dan brokoli serta teh hijau.
9.       Makanan Gratis
Penelitian dari departemen kesehatan menunjukkan bahwa ketika batuk dan bersin, orang cenderung untuk menutupnya dengan tangan. Bisa dibayangkan bagaimana makanan gratis tersentuh oleh tangan orang yang menderita flu. Kuman akan dengan mudahnya berpindah.
10.   Eskalator
Eskalator di New York mengandung 3 juta kuman pseudomonas putida, bakteri kotor. Bakteri-bakteri tersebut bisa membuat kekebalan tubuh menjadi menurun. Peniliti dari New Jersey menyatakan bahwa bakteri tersebut bisa bersarang di banyak tempat-tempat umum. Sekali lagi, gunakan cuci tangan dengan sabun atau antiseptik instant untuk tangan.

 Direview oleh  dr. Rachmat, DR., Sp.A., MARS.

Sumber :  http://www.lifebuoy.co.id/berita-sehat/health-alert/10-tempat-yang-mengandung-banyak-kuman/

Wednesday, 22 August 2012

FENOMENA MUDIK DAN TINGGINYA INSIDEN KECELAKAAN LALU LINTAS

FENOMENA MUDIK DAN TINGGINYA INSIDEN KECELAKAAN LALU LINTAS

Oleh : Dr Moh Adib Khumaidi SpOT*

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam, menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momentum untuk melakukan tradisi pulang kampung atau yang lazim disebut mudik.

Fenomena mudik yang terjadi di Indonesia merupakan hal unik dan tidak ditemukan di negara lain terutama jumlah masif pemudiknya dalam waktu yang hampir bersamaan sekitar 1 minggu sebelum hari H dan arus balik dalam seminggu setelahnya.
Saat mudiklah maka berbondong-bondong perantau  yang bekerja di ibu kota pulang ke kampung halamannya. Berikutnya ibu kota akan terlihat lengang, tidak seperti biasanya yang padat dan ramai.
Tradisi mudik merupakan kebiasaan yang masih belum tergantikan meski dengan adanya teknologi telekomunikasi seperti handphone untuk mengucapkan selamat hari Idul Fitri. Mudik merupakan kesempatan untuk bertemu sanak keluarga dan sekaligus merayakan Idul Fitri bersama-sama.

Tradisi mudik yang tiap tahun selalu meninggalkan catatan angka insiden korban KLL yang semakin meningkat. Data tahun lalu mencatat ; angka kecelakaan tahun 2011 meningkat dibandingkan musim mudik lebaran 2010. Berdasarkan data yang dihimpun Mabes Polri, jumlah kecelakaan naik 996 atau 33,08% (pada 2010 sebanyak 3.010 dan 2011 sebanyak 4.006). Dari kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia turun 85 atau 11,39% (pada 2010 sebanyak 746 dan 2011 sebanyak 661). Sementara, untuk korban luka berat mengalami kenaikan 155 atau 15,91% (pada 2010 sebanyak 974 dan 2011 sebanyak 1.129).

Kecelakaan tunggal, mengantuk, dan mengendarai sepeda motor lebih dari dua orang, juga ikut memperpanjang daftar korban. Peristiwa lain adalah tabrakan depan-belakang tercatat 37 kali. Lalu kendaraan menabrak pengguna jalan juga cukup tinggi. Sudah 40 kali kejadian ini menimpa warga di sepanjang jalur mudik.
Bagi pengendara sepeda motor, penyebab kecelakaan paling banyak adalah karena berboncengan lebih dari satu orang. Jumlahnya mencapai 104 orang. Pada urutan kedua karena mengantuk. Ada 32 kasus, dan 88 pengendara motor celaka akibat kondisi fisik yang lelah.

Dari data tersebut, jika dilihat kasus per kasus . Dalam perjalanan mudik yang lebih banyak menyebabkan kecelakaan karena human error, karena faktor kesalahan manusia. Dalam hal ini , jumlah kecelakaan juga dipicu oleh jenis kendaraan bermotor roda dua .

Langkah-langkah preventif sudah banyak dilakukan, baik oleh institusi pemerintah maupun swasta , tetapi data obyektif masih menunjukkan tingginya angka insiden kecelakaan . Himbauan kepada para pemudik sudah banyak dilakukan oleh institusi terkait , baik itu dari Kemenkes ataupun Kemenhub dan institusi terkait lainnya. Pendirian posko kesehatan di sepanjang jalur mudik yang berbahaya juga sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Posko Kesehatan yang sifatnya hanya pengobatan umum tanpa disertai perlengkapan kondisi emergensi atau kegawatdaruratan. Masih bersifat insidentil dan sporadis tanpa ada koordinasi dengan pihak lainnya yang terkait seperti Dinas Kesehatan atau Rumah Sakit Rujukan .
Selayaknyalah pendirian posko-posko kesehatan itu tidak sekedar pasang bendera , tapi merupakan satu sistem terkait dengan institusi kesehatan lainnya sehingga tercipta Sistem Penanggulangan Gawat Darjurat yang Terpadu (SPGDT) .

Diharapkan dengan sistem ini semua korban/ pasien akan mendapatkan pelayanan / penanggulangan kegawatdaruratan yang cepat dan komprehensif serta terintegrasi dengan fasilitas yang optimal sesuai dengan berat cederanya . Dengan sistem ini maka diharapkan terjadi RAPID RESPONSE dan RAPID ASSESMENT dengan prinsip : The Right Patient To The Right Hospital By The Right Surgeon/ The Right Doctor, sehingga keterlambatan penanganan tidak akan terjadi lagi. Implikasi akhirnya pada penurunan angka kematian dan kecacatan (Time Saving Life and Limb Saving) . Terutama pada kasus-kasus trauma akibat kecelakaan lalu lintas .

Selain itu perlu juga dilakukan edukasi kepada para pemudik bahwa resiko kecelakaan , cedera atau sakit merupakan problem yang sangat mungkin terjadi saat melakukan perjalanan atau road trip. Dengan segala konsekuensi dan resiko yang bisa terjadi di perjalanan terutama dengan kaitannya kejadian kegawatdaruratan yang bisa menimpa para pemudik . Seperti iklan salah satu produk minuman; “Kapan saja, siapa saja dan dimana saja”.

Oleh karena itu perlu juga para pemudik juga mempersiapkan
first aid kit dan personal aid kit. First aid kit adalah perlengkapan obatz-obatan dan alat kesehatan dasar yang wajib ada di kendaraan terkait dengan persiapan jika terdapat kondisi emergensi, seperti: obat antiseptik untuk luka, kasa, pembalut ( standar minimal). Selain itu juga dibutuhkan personal aid kit yaitu obat-obatan atau perlengkapan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan kesehatan tiap orang, terutama jika bepergian dengan anak-anak atau manula.

Dengan segala persiapan yang dilakukan baik dari pemerintah, institusi swasta dan para pemudiknya sendiri maka diharapkan dapat menekan angka insiden KLL pada arus mudik tahun 2012 ini. Sehingga , mudik yang asyik, nyaman dan selamat menjadi dambaan semua orang . Semoga bermanfaat. Salam Sehat Indonesia!
(*Ketua PP Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan Dewan Pengawas Yay. Gerakan Masyarakat Sadar Gizi)


Sumber :  http://www.infosehatplus.com/index.php/info-sehat-plus/tips-a-trik/38-plus/71-fenomena-mudik-dan-tingginya-insiden-kecelakaan-lalu-lintas.html